Home Nasional Kerusuhan di Mako Brimob Dapat Tanggapan Muhammadiyah

Kerusuhan di Mako Brimob Dapat Tanggapan Muhammadiyah

13
0
KERUSUHAN DI MAKO BRIMOB MENDAPAT TANGGAPAN DARI MUHAMMADIYAH
KERUSUHAN DI MAKO BRIMOB MENDAPAT TANGGAPAN DARI MUHAMMADIYAH

TERASJATENG.COM — Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menyampaikan, Muhammadiyah berduka cita kepada keluarga korban wafat dalam kerusuhan di Mako Brimob. Muhammadiyah sangat prihatin atas kekerasan yang terjadi di Mako Brimob. Kejadian itu merupakan tamparan keras bagi aparatur keamanan, khususnya Brimob yang selama ini dianggap sebagai pasukan elit kepolisian. ”Kapolri harus segera mengevaluasi kinerja jajarannya, termasuk penggunaan Mako Brimob sebagai tempat penahanan para tersangka tindak pidana,” tulis Mu’ti melalui keterangan tertulis pada Kamis (10/5).

Tidak ada satupun negara di dunia ini yang terbebas dari ancaman terorisme. Peristiwa di Mako Brimob hendaknya menjadi peringatan dan pelajaran bahwa terorisme masih merupakan ancaman bagi bangsa dan negara Indonesia. ”Terorisme tidak ada kaitan dengan ajaran agama tertentu,” ungkap Mu’ti. Terorisme adalah ekspresi perlawanan dari mereka yang merasa diperlakukan tidak adil. Motifnya bisa karena ekonomi, politik, kebudayaan, identitas, dan ideologi baik agama maupun politik.

Polisi, lanjut Mu’ti, seharusnya mengedepankan proses investigasi terhadap penyebab kejadian secara seksama dan bijaksana. Keterangan polisi yang simpang siur terkait penyebab kejadian bisa menurunkan kredibilitas dan kepercayaan masyarakat atas profesionalitas Polri sebagai aparatur keamanan. Jika ternyata ditemukan kesalahan dan keteledoran sudah seharusnya Kapolri memberikan sanksi yang tegas kepada jajarannya. Karena itu tidak seharusnya Polisi langsung menumpahkan tuduhan kepada para tahanan.

Usaha pencegahan dan pemberantasan terorisme harus dilaksanakan secara komprehensif melibatkan berbagai pihak. Polisi sebagai aparatur keamanan bertanggung jawab terhadap penindakan. Sedangkan untuk pencegahan dapat dilakukan oleh elemen masyarakat termasuk organisasi agama, kepemudaan, media massa, dan sebagainya. Pendekatannya juga harus menyeluruh, baik ekonomi, politik, pendidikan, olah raga, seni-budaya, agama, dan sebagainya. ”Tidak perlu saling menyalahkan dan mengutuk. Sekarang saatnya semua pihak saling bekerjasama,” ungkap Mu’ti. (ad)

Facebook Comments