Home Berita Makna ‘Diplomasi Batik’ di Pertemuan Prabowo dan SBY Semalam

Makna ‘Diplomasi Batik’ di Pertemuan Prabowo dan SBY Semalam

168
0
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers terkait pertemuan tersebut di kediamannya dikawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2018).

TERASJATENG.COM | JAKARTA – Keserasian busana batik mewarnai pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Pakaian nasional itu, juga dikenakan oleh seluruh pengurus kedua partai yang hadir di Kediaman SBY, Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Jika dilihat dari sisi selera busana keduanya dan makna yang tersirat dari pertemuan politik itu, ‘Diplomasi Batik’ dinilai cocok untuk menggambarkan bagaimana keduanya tampak saling berinteraksi melalui busana yang dikenakan.

Sekjen Demokrat, Hinca Panjaitan mengatakan, “Batik menjadi dresscode dalam pertemuan tersebut. Jelas dia, pakaian batik dengan lengan panjang menjadi ciri khas kearifan lokal dan merakyat.”

“Ini untuk menandakan keseriusan kita. Tetapi juga ada nilai kearifan lokal di situ dan merakyat. Itu pesan yang ingin kami sampaikan,” katanya.

Bagi mayoritas masyarakat Jawa, pemakaian batik selalu memiliki filosofi tersendiri. Pada budaya Jawa, batik tidak hanya menjadi salah satu kain yang bisa diolah menjadi pakaian atau hanya sebagai warisan budaya saja, namun ada makna yang terkandung didalamnya dan melekat kuat dalam kehidupan tiap masyarakat Jawa.

‘Diplomasi batik’ ala Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto

SBY diketahui menggunakan jenis Batik Sidomukti, sedangkan Prabowo memakai Batik Parang Rente.

Lalu seperti apa sih kedua jenis batik klasik yang dipakai pemimpin dua partai besar itu dalam momen pertemuan mereka ?

Seorang Pengrajin batik asal Pekalongan bernama Andi Putra mengatakan bahwa batik yang dikenakan SBY merupakan Batik Sidomukti. Hal itu terlihat pada adanya lambang sayap kupu-kupu atau tampak menyerupai huruf W jika dilihat pada bagian depan. Sedangkan batik yang membalut tubuh Prabowo adalah Batik Parang Rente.

“Pak SBY pakai Sidomukti. Kalau Pak Prabowo pakai parang rante. Lihat motifnya sudah ketahuan kok,” jelasnya.

Kedua Batik memiliki makna yang berbeda. Sidomukti yang dikenakan oleh SBY, memiliki makna adanya harapan atau keinginan untuk menjadi sejahtera. Batik tersebut biasa dikenakan saat upacara perkawinan. Sedang Batik Parang Rante yang dikenakan oleh Prabowo, memiliki makna tidak terputus.

Batik yang dipakai Prabowo merupakan batik asli tanah air yang sudah ada sejak zaman keraton Mataram Surakarta (Solo).

“Di luar obrolan politik, keduanya memiliki makna yang bagus memakai dua batik itu,” ucap Andi. (A5)

Facebook Comments