Home Articles Menilik Sejarah Asian Games

Menilik Sejarah Asian Games

109
0

TERASJATENG.COM | JAKARTA – Meskipun pambukaan secara resmi ASIAN GAMES 2108 baru akan dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus mendatang, antusias warga Indonesia untuk menyambut pesta olahraga terbesar se-Asia ini sangat luar biasa. Ini adalah kedua kalinya Indonesia akan menjadi tuan rumah, pertama kali adalah pada tahun 1962 yang kala itu di Jakarta saja.

Tahun ini, acara akan digelar di Jakarta dan Palembang mulai 18 Agustus hingga 2 September. Namun sebelum kita menyaksikan meriahnya Asian Games sebentar lagi, menarik untuk kita simak beberapa negara di masa lalu yang pernah menjadi tuan rumah dan negara mana saja yang merajai pagelaran ini.

1951 – Delhi, India
India menjadi tuan rumah untuk Asian Games pertama. Pergelaran ini berlangsung sepekan dengan partisipasi hampir 500 atlet dari 10 negara – Afghanistan, Burma, Ceylon (sekarang Sri Langka), Indonesia, Iran, Jepang, Nepal, Filipina, Singapura. Saat digelar kala itu menampilkan 6 cabang olahraga – atletik, akuatik (renang, loncat indah, dan polo air), bola basket, sepeda, sepak bola dan angkat besi. Jepang menjadi juara umum dengan perolehan medali 24 emas, 21 perak, dan 15 perunggu.

1974 – Teheran, Iran
Pada 1974, Iran menjadi negara Timur Tengah pertama yang menjadi tuan rumah. Lebih dari 3.000 atlet dari 25 negara berdatangan ke ibu kota negara, Teheran. Diselenggarakan dari 1 September – 16 September, Penyelenggara kali ini menambahkan tiga cabang baru – anggar, senam, dan bola basket putri. Sekali lagi, Jepang menjadi juara umum dengan perolehan medali 75 emas, 49 perak, dan 51 perunggu.

1986 – Seoul, Korea Selatan
Edisi kesepuluh Asian Games diselenggarakan pada 20 September hingga 5 Oktober. Korea Selatan untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah, dan penyelenggaraan kali ini mendapatkan aski boikot dari Korea Utara, Vietnam, serta Afganistan karena alasan politik. Cina menjadi juara umum dengan perolehan 94 emas, 82 perak, dan 46 perunggu.

1990 – Beijing, Cina
Cina menandai pertama kalinya mereka menjadi tuan rumah Asian Games. Di Beijing, hadir lebih dari 6.000 atlet dari 36 negara yang ikut berpartisipasi. Tak ayal, mereka pun menjadi juara umum untuk ketiga kalinya berturut-turut, dengan 341 – 183 emas, 107 perak, dan 51 perunggu.

1994 – Hiroshima, Jepang
Asian games kembali diselenggarakan di Jepang (pertama kali adalah pada 1958) dan berlangsungdari 2 Oktober hingga 16 Oktober. Pembukaannya diresmikan Kaisar Akihito, Asian Games ke XII mencatatkan rekor negara peserta terbanyak (42), atlet peserta terbanyak 6.828, cabang olahraga terbanyak (34) dan nomor cabang olahraga (338). Terlepas dari kontroversi skandal doping yang mendera beberapa atletnya, Cina kembali menjadi juara umum dengan raihan 126 emas, 83 perak dan 57 perunggu.

1998 – Bangkok, Thailand
Thailand menjadi negara pertama yang mencatatkan diri sebagai tuan rumah Asian Games. Diselenggarakan di Bangkok pada 6 – 20 Desember, sekitar 6.500 partisipan dari 41 negara turut hadir di Bangkok. Cina melanjutkan dominasi mereka dan merajai perolehan medali dengan 129 emas, 78 perak serta 67 perunggu.

2002 – Busan, Korea Selatan
Akhirnya, di penyelenggaraan Asian Games 2002, untuk pertama kali semua anggota OCA yang berjumlah 44 negara turut berpartisipasi. Jumlah atlet yang berkompetisi mencapai 7.711 orang, dan tersebar ke dalam 38 cabang serta 419 nomor cabang olahraga. Pada Asian Games ke XIV yang digelar mulai 29 September hingga 14 Oktober ini, Cina sekali lagi membuktikan diri sebagai juara umum; mereka memenangi 150 emas, 84 perak dan 74 perunggu.

2006 – Doha, Qatar
Asian Games ke XV digelar pada 1 – 15 Desember, diikuti lebih dari 9.500 atlet yang bersaing dalam 39 cabang olahraga. Penyelenggaraan kali ini untuk pertama kalinya turut disiarkan ke pemirsa di Eropa oleh Eurosport. Cina menjadi juara umum dengan 165 emas, 88 perak dan 63 perunggu.

2010 – Guangzhou, Cina
Guangzhou menjadi kota kedua di Cina setelah Beijing, yang menjadi tuan rumah ajang ini. Digelar 12 – 27 November, sekitar 9.700 atlet berkompetisi di 42 cabang olahraga. Tuan rumah mencatatkan rekor dengan perolehan medali emas terbanyak, yaitu 199 dari 477 medali emas yang tersedia. Pada akhirnya, mereka menjadi juara umum dengan 199 emas, 119 perak dan 98 perunggu.

2014 – Incheon, Korea Selatan
Korea Selatan menjadi tuan rumah untuk ketiga kalinya dalam sejarah mereka. digelar mulai 19 September hingga 4 Oktober, hadir sekitar 9.500 atlet dari 45 negara yang bersaing dalam 36 cabang olahraga. Perenang asal Jepang, Kosuke Hagino, menjadi Most Valuable Player – dia memenangkan semua medali emas dari 7 nomor yang diikutinya, termasuk 200m gaya bebas dan 800m gaya bebas bergantian. Cina kembali menjadi juara umum dengan 151 emas, 108 perak, dan 83 perunggu. (A11)

Facebook Comments