Home Berita Terima Ancaman Bom, RSI Sultan Agung Dinyatakan Steril Oleh Tim Gegana, Pengirim...

Terima Ancaman Bom, RSI Sultan Agung Dinyatakan Steril Oleh Tim Gegana, Pengirim SMS Diburu

75
0
Polisi menyisir RSI Sultan Agung Semarang. Selasa, (4/9)

TERASJATENG.COM | SEMARANG – Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang mendapatkan ancaman bom dari orang tak dikenal. Ancaman diperoleh melalui Short Message Service (SMS).

“Ada sekitar 10 pesan, intinya sama. Bunyinya segera evakuasi orang-orang di Masjid karena ada bom dalam 1 jam,” ujar Kabag Ops Polrestabes Semarang, AKBP Iga DP Nugraha di lokasi, Selasa (4/9).

Pelaku OTK mengirim ancaman melalui pesan singkat/sms dengan nomer 083893122xxx ke nomer HP Call Center/Humas yang diterima oleh Unggul Budi Kuncoro.

Isi percakapan ancaman yang ditujukan oleh OTK sebagai berikut:
Pukul 13.29 WIB berbunyi “Siang”.
Pukul 13.31 Wib berbunyi ” Awas ada Bom di dalam Masjid Sultan Agung.
Pukul 13.37 Wib, berbunyi “Siang”.
Pukul 13.51 Wib, berbunyi ” Suruh semua orang yang ada di dalam masjid agung keluar semua sebelum terlambat”.
Pukul 13.55 Wib, berbunyi ” Waktu tinggal 1 jam lagi”.
Pukul 14.03 Wib, berbunyi “jangan coba2 telpon saya”.
Pukul 14.06 Wib, berbunyi “Lain kali Bapak hrs sopan dan baik melayani pasien yang mau berobat ke situ”.
Pukul 15.12 Wib, berbunyi ” Terserah anda mau percaya sama saya atau tidak”.

Mendapati ancaman tersebut kepolisian Polrestabes Semarang kemudian mengerahkan kemampuannya untuk mengamankan.

Tim Gegana, unit K 9, Sabhara dan SPKT langsung menuju ke rumah sakit yang berada di tepi Jalan Raya Semarang-Demak tersebut.

Setelah kira-kira satu jam melakukan deteksi keberadaan bom tim gegana kemudian ke luar dari masjid. Mereka juga tampak memeriksa bagian luar masjid termasuk instalasi listrik.

“Setelah dilakukan pencarian tim jibom menyatakan lokasi masjid steril dari bahan-bahan yang rawan meledak atau bom,” terang Iga.

Meski demikian kini pihaknya tengah memburu pelaku pengirim ancaman bom. Iga melibatkan tim siber untuk bisa menangkap terduga pelaku.

“Saat ini identitas pelaku memang belum diketahui, tapi akan kami buru berbekal data nomer telepon yang dimiliki rumah sakit,” bebernya. (A5)

Facebook Comments