Beranda Berita Ingin Sekolah Maju, Guru Muhammadiyah di Temanggung Gelar Simposium Nasional

Ingin Sekolah Maju, Guru Muhammadiyah di Temanggung Gelar Simposium Nasional

66
0
Ratusan Guru Muhammadiyah mengikuti National Symposium for School Growth di Temanggung

Ingin Sekolah Maju, Guru Muhammadiyah di Temanggung gelar Simposium Nasional

TERASJATENG.COM | TEMANGGUNG – Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Temanggung dan Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Kabupaten Temanggung menggelar National Symposium for School Growth, beberapa waktu lalu.

Kegiatan tersebut digelar di Graha Bhumi Phala Temanggung, dengan menghadirkan Keynote Speaker Prof. Dr. Eng. Imam Robandi selaku sekretaris Dean Profesor ITS, serta Invited Speaker Mustaqim, S.Pd.I., M.Pd. selaku kepala sekolah SD Mutual Kota Magelang.

Symposium tersebut diselenggarakan sebagai salah satu ikhtiar untuk memajukan sekolah.

“Menjadi sekolah terbaik, setidaknya di wilayahnya,” ungkap Asyari Muhadi selaku ketua PDM Temanggung.

Dalam dunia pendidikan, lanjut Asyari, diharapkan guru-guru Muhammadiyah mampu menginspirasi para murid-muridnya. Sehingga, yang mereka murid-murid idolakan adalah para guru-gurunya. 

Sementara itu, Prof. Imam Robandi mengatakan bahwa di era teknologi 4.0 yang semuanya berbasis data harus dimulai dengan melek tekhnologi. Menurutnya sekolah Muhammadiyah di era saat ini harus mahir dalam hal Branding Comunication, dilatih para guru-gurunya untuk menjadi promoter sekolah yang handal serta bekali anak didik dengan wawasan dan pengetahuan.

“Orang-orang yang mudah ditakhlukkan dan diadu domba adalah mereka orang-orang bodoh. Mereka yang tidak bersungguh-sungguh saja akan tertinggal, apalagi yang tidak mau berusaha sama sekali,” tandasnya ditengah simposium yang dihadiri sekitar 800 guru Muhammadiyah serta tamu dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Magelang, Tegal serta Purbalingga.

Disamping itu pembicara lain, Mustaqim, S.Pd.I., M.Pd mengatakan bahwa dalam proses memajukan sekolah harus berani tampil beda dari sekolah lain.

“Carilah hal yang berbeda, dan yang perlu kita ingat adalah kecerdasan masing-masing anak berbeda, belum tentu anak yang tidak pandai matematika juga tidak pandai bidang yang lain,” ungkapnya. 

(Riza/A8)

Facebook Comments