Beranda Berita Gelar Pelatihan, Dinas Pertanian Kota Semarang Ajak Masyarakat Aplikasikan Pertanian Perkotaan

Gelar Pelatihan, Dinas Pertanian Kota Semarang Ajak Masyarakat Aplikasikan Pertanian Perkotaan

130
0
Instruktur memberikan pengarahan teknik budidaya tanaman obat.

TERASJATENG.COM | SEMARANG – Dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menerapkan pertanian perkotaan, Dinas Pertanian Kota Semarang menggelar pelatihan budidaya tanaman obat, Senin-Selasa (18-19/2) di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Kegiatan tersebut merupakan program unggulan Dinas Pertanian yang di breakdown dari program Walikota Semarang berupa pertanian perkotaan (urban farming).

Dalam pelatihan tersebut peserta diperkenalkan tentang pertanian konsep pertanian perkotaan, budidaya tanaman obat keluarga (Toga), sekaligus praktik cara memilih benih unggul dan cara memperbanyak tanaman. Hadir sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut Edi Gunawan SP, serta Ahmad Karsidin S.Thi yang sekaligus instruktur pelatihan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 Orang perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kota Semarang.

Kepala Seksi Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kota Semarang, Komaria Irawati, mengatakan bahwa pelatihan tersebut bertujuan agar masyarakat Kota Semarang melalui Kelompok Wanita Tani dapat turut aktif dalam menerapkan pertanian perkotaan di wilayahnya.

“Harapannya peserta mengetahui bagaimana cara budidaya tanaman obat sehingga dapat mengaplikasikan pertanian perkotaan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Endah mengatakan bahwa banyak ilmu baru yang ia dapat setelah mengikuti pelatihan tersebut.  

“Saya menjadi tau bagaimana cara menanam bibit tanaman yang baik dan benar serta mengetahui bagaimana cara memilih dan memperbanyak bibit tanaman yang baik dan benar,” pungkas Ketua KWT Kusuma, Krapyak, Kecamatan Semarang Barat tersebut.

Harapannya, lanjut Endah, Dinas Pertanian agar dapat mengadakan kegiatan serupa untuk pengembangan ilmu pertanian sehingga masyarakat mampu memanfaatkan lahan di sekitar menjadi bermanfaat.

(Kfd/A8)

Facebook Comments