Beranda Berita Kunjungi Museum UPM, Mahasiswa KKL UNNES Memperoleh Beragam Pengetahuan Warisan Melayu

Kunjungi Museum UPM, Mahasiswa KKL UNNES Memperoleh Beragam Pengetahuan Warisan Melayu

65
0
Sejumlah mahasiswa KKL UNNES sedang mendapatkan penjelasan mengenai warisan budaya Melayu

Terasjateng | Kualalumpur – Mahasiswa KKL Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan kunjungan ke Universiti Putra Malaysia (UPM) dalam rangka Studi Internasional Internship, Rabu (6/3/19).

Dalam kunjungannya, 45 mahasiswa yang diampingi oleh Prof. Dr. Ida Zulaeha, M.Hum sebagai Kordinator S2 Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UNNES, dan Lulu April Farida, S.Pd, M.Pd, sebagai perwakilan hubungan internasional UNNES disambut baik oleh Prof. Dr. Adi Yasran sebagai  perwakilan UPM di Fakulti Bahasa Moden dan Komunikasi.

Kegiatan mahasiswa diawali dengan wisata Minda yaitu mengunjungi Museum Warisan Melayu UPM.

Siti Noor Aisyah sebagai Kordinator Museum  mengarahkan serta menjelaskan secara detail koleksi muzium kepada mahasiswa mulai dari ruang pertama terdapat busana dan tekstil melayu, ruang kedua terdapat manuskrip melayu (Al-quran dan hadits), ruang ketiga terdapat senjata warisan melayu (keris, tombak, pedang dan senjata lainnya), dan keempat terdapat koleksi barangan inpor dan tempatan (peta dunia melayu, burung cendrawasih, koin, alat-alat musik seperti angklong, gong, dan gendang). Bangunan musium yang didesain empat ruang itu bertujuan memberikan pengetahuan yang berbeda dan memperlihatkan keunikan tersendiri kepada pengunjung.

Di ruang koleksi senjata warisan Melayu, Siti Noor Aisyah memperlihatkan cara mendirikan keris dengan sandaran warangka dan mempersilahkan mahasiswa melakukannya. Hal tersebut sangat menarik perhatian mahasiswa karena salah satu faktor adalah keris merupakan salah satu identitas bangsa Indonesia yang dinilai sangat sakral.

Siti Noor Aisyah mengakatan, “Jumlah keris yang terkoleksi di museum sebanyak 36.” Walaupun demikian, lanjut Siti, pihak musium berupaya mengoleksinya lebih banyak.

Berdasarkan informasi, Museum Warisan Melayu dibangun sekitar tahun 2013 dan memiliki 200 koleksi yang didapatkan dari berbagai negara, dan sebagian besar didapatkan dari Indonesia.

Adaanya kunjungan di musium Warisan Melayu UPM, mahasiswa KKL UNNES memperoleh beragam informasi tentang Warisan Melayu, terutama Indonesia.

Ida Zulaeha, dosen Unnes mengungkapkan dengan adanya kunjungan ini, harapannya mahasiswa KKL mengoptimalkan kerja sama dengan UPM dalam rangka mengamplikasikan warisan melayu di UNNES.

A5

Facebook Comments