Beranda Berita Bantu Pengidap Kanker, Barberman Weleri Akan Baksos di Pasar Ndalu, Batang

Bantu Pengidap Kanker, Barberman Weleri Akan Baksos di Pasar Ndalu, Batang

225
0
Perwakilan Komunitas Weleri Barberman menjenguk Agil Abdul Rozak, bocah 14 tahun yang mengidap kanker

Terasjateng.com | Batang – Pencukur rambut se-Kecamatan Weleri, Kendal dan sekitarnya yang tergabung dalam komunitas Weleri Barberman akan terjun, membuka lapak cukur rambut di Pasar Ndalu, Gringsing, Kabupaten Batang, Sabtu (27/7) besok.

“InsyaAllah, kita keluarga besar WBC, Weleri Barberman Community akan menyelenggarakan bakti sosial di Gringsing, tepatnya Pasar Ndalu Gringsing,” pungkas Heriyanto Prabowo, Ketua Weleri Barberman pada Terasjateng.com, Kamis (25/7).

Kegiatan tersebut, lanjut Heriyanto, dalam rangka penggalangan dana untuk Agil Abdul Rozak, yang sejak Desember tahun lalu mengidap penyakit kanker kelenjar getah bening. Dana yang terkumpul dari hasil cukur rambut Barberman di tempat tersebut, 100% akan disumbangkan untuk keperluan pengobatan Agil.

“Kita tergugah saja melihat saudara kita seperti itu. Dengan itu kita bisa bersedekah mengulurkan tangan untuk saudara kita yang membutuhkan, walaupun dengan cara memotong (mencukur, ed),” imbuh owner Gaul Salon, Weleri tersebut.

Pria yang akrab disapa Heri tersebut menambahkan bahwa komunitasnya memiliki slogan, “seberapakah hebat dirimu untuk orang lain”. Setiap dua bulan sekali, Heri dan rekan-rekan pencukur lain, melakukan bakti sosial mencukur rambut gratis di sekolah-sekolah ataupun pesantren.    

Agil Abdul Rozak masih berusia 14 tahun. Ia tinggal di Desa Tedunan, Gringsing, Kabupaten Batang Jawa Tengah. Menurut keterangan, Ia mengidap kanker sejak Desember 2018 lalu. Saat ini Agil menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Karyadi Semarang. Setiap 3 pekan sekali, ia harus menjalani terapi kemo.

Ibunda Agil, Mutohiroh saat ditemui Terasjateng.com menceritakan bahwa putranya sering mengalami sakit di bagian kepala. Ia sulit menelan makanan dan sering muntah. Penyakit Agil baru diketahui beberapa bulan lalu. Setelah awalnya keluarga mengira hanya penyakit ringan.

“Dikira awalnya hanya sakit gondongen, anak-anak di sini juga banyak yang kena. Tapi kok nggak sembuh-sembuh, malah semakin besar. Akhirnya kami bawa ke dokter, ternyata kanker dan harus dirujuk ke Karyadi,” pungkasnya.

(TJ/B3)

Facebook Comments