23.7 C
Semarang
Sunday, April 18, 2021

Gibran Ijinkan Jualan Takjil Depan Rumah Dinas, Ini Harinya..

TERASJATENG.COM | Solo - Ada pemandangan tidak biasa di Loji Gandrung yang sebagai rumah dinas Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Pasalnya, di bulan...

GIZI SEIMBANG : REMAJA SEHAT INDONESIA KUAT

Baca Juga

Azmi Majid*

*Ketua Sepakat Brebes Bermartabat

TERASJATENG.COM | Gizi adalah zat makanan pokok yang diperlukan bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh.

Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan memantau berat badan secara teratur dalam rangka mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi.(Permenkes No.14 Th 2014 Pedoman Gizi Seimbang)

Permasalahan  gizi buruk yang terjadi di Indonesia merupakan permasalahan yang begitu kompleks dan bersumber dari berbagai jalur. Oleh sebab itu, mengatasi permasalahan ini memang membutuhkan waktu yang lama, juga perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sangat menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan makanan yang dikonsumsi oleh manusia sehari-hari.

Hal ini tercantum dalam beberapa ayat Al-Qur’an yang menerangkan tentang aturan makan dan minum: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi,” (QS. Al-Baqarah: 168);

 “Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31).

Allah berfirman dalam surat Al Ma’idah ayat 88 bahwa Allah telah memerintahkan pada manusia untuk makan makanan halalsaja.

وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْبِهِ مُؤْمِنُونَ

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rezekikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada Nya.” (QS Al Maidah : 88)

Dalam surat An Nahl ayat 114, Allah memerintahkan kaumnya untuk memakan makanan halal sebagai bentuk rasa iman kepada Allah Ta’ala

فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (QS An Nahl : 114)

Di samping itu, protein hewani memiliki kemiripan tingkat tinggi dengan protein manusia, sehingga pemanfaatannya pun bisa maksimal. Begitulah Islam tampak dengan jelas dalam nash yang menyerukan pentingnya keseimbangan dalam hal makanan.

Allah Ta’ala berfirman :

وَأَمْدَدْنَٰهُم بِفَٰكِهَةٍ وَلَحْمٍ مِّمَّا يَشْتَهُونَ

“Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.” (QS At Thur : 22)

Dalam ayat yang lain Allah Ta’ala menegaskan :

“Dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih. Dan daging burung apa pun yang mereka inginkan.” (QS Al Waqi’ah : 20-21)

Pada kedua ayat di atas, tergabung secara sempurna bahwa antara makanan hewani dan nabati adalah termasuk makanan seimbang yang dibutuhkan manusia.

Al-Qur’an pun sudah memaparkan dengan jelas perkara menyusui ini. Tertulis dalam Surat Al-Baqarah ayat 233 bahwa menyusui selama dua tahun akan menyempurnakan masa penyusuan.

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ ۚ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dan bagi para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Gizi buruk disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi dan gizi yang cukup untuk memenuhi  kebutuhan tubuh manusia, sehingga menyebabkan tubuh manusia terhambat dalam proses pertumbuhan dan menimbulkan beberapa penyakit. Gizi buruk juga dikenal dengan sebutan malnutrisi. Menurut (Jenggis, 2012, p.149) malnutrisi didefinisikan sebagai suatu kondisi seseorang yang menerima asupan gizi yang buruk. Karena itu, malnutrisi sering juga disebut juga sebagai gizi buruk. Malnutrisi disebabkan oleh kurangnya asupan makanan serta pemilihan jenis makanan yang tidak tepat ataupun karena sebab lainnya sehingga menyebabkan kurangnya asupan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.

Gizi sangatlah penting bagi kehidupan manusia mulai dari dalam kandungan hingga lanjut usia. Karena gizi tidak bisa dipisahkan sebagai elemen pendukung dalam kesehatan manusia. Gizi sangat penting untuk membantu pertumbuhan. Dengan gizi yang baik akan semakin meningkatkan kualitas hidup seseorang. Gizi yang baik juga berfungsi sebagai imun atau penangkal terhadap munculnya berbagai jenis penyakit. Makanan yang dikonsumsi oleh manusia harus dipertimbangkan kadar dan kualitas gizi yang ada di dalamnya sehingga dapat menjadi obat sekaligus imun bagi tubuh bukan menjadi sumber penyakit bagi tubuh.

Menurut (Handayani, 2013, pp.59-60) dalam menetapkan status gizi seseorang diperlukan pengukuran yang jelas untuk menilai apakah suatu masyarakat mengalami kekurangan gizi atau tidak.

Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan adalah suatu kecukupan rata-rata zat gizi yang dikonsumsi setiap harinya oleh seseorang disesuaikan dengan golongan, umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, dan aktivitasnya. Dalam menghitung kecukupan gizi yang dianjurkan, biasanya sudah diperhitungkan faktor keberagaman terhadap kebutuhan masing-masing individu tersebut, sehingga, AKG merupakan nilai rata-rata yang dicapai masyarakat dengan indikator yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Selain itu penghasilan yang rendah dan himpitan ekonomi juga dapat menjadi penyebab dari gizi buruk. Sebab himpitan ekonomi, kurangnya lapangan pekerjaan, mahalnya harga pangan membuat masyarakat tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan memberikan makanan yang bergizi tinggi kepada anggota keluarganya. Gizi buruk merupakan akibat dari penghasilan yang rendah dan kurangnya pendidikan (President and Fellow of Harvad College, 2010, p.87).

Pola makan merupakan perilaku paling penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi. Hal ini disebabkan karena kuantitas dan kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi akan mempengaruhi asupan gizi sehingga akan mempengaruhi kesehatan individu dan masyarakat. Gizi yang optimal sangat penting untuk pertumbuhan normal serta perkembangan fisik dan kecerdasan bayi, anak-anak, remaja serta seluruh kelompok umur. Gizi baik membuat berat badan normal atau sehat, tubuh tidak mudah terkena penyakit infeksi, produktivitas kerja meningkat serta terlindung dari penyakit kronis dan kematian dini. Agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit kronis atau penyakit tidak menular terkait gizi, maka pola makan masyarakat perlu ditingkatkan kearah konsumsi gizi seimbang. Keadaan gizi yang baik dapat meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat.

- Google Advertisement -
- Advertisement -

Berita Lainya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Google Advertisement -

Berita Terbaru