26 C
Semarang
Sunday, April 18, 2021

Gibran Ijinkan Jualan Takjil Depan Rumah Dinas, Ini Harinya..

TERASJATENG.COM | Solo - Ada pemandangan tidak biasa di Loji Gandrung yang sebagai rumah dinas Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Pasalnya, di bulan...

Mbah Kayat, Buah Karya Kreatif Hadapi Pandemi

Baca Juga

Terasjateng.com | Magelang – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sempat membuat lesu aktivitas ekonomi masyarakat dunia. Tak sedikit perusahaan, pusat perbelanjaan, pabrik, dan lembaga bisnis lain termasuk UMKM yang terpaksa merumahkan karyawanya akibat pandemi ini. Pandemi memaksa pelaku usaha berfikir kreatif dan berjuang lebih keras untuk sekedar mempertahankan bisnisnya.

Meski pandemi memaksa pelaku usaha untuk berjuang lebih keras, bagi pelaku usaha yang kreatif tak jarang mereka justru menemukan ide bisnis dari pandemi ini. Mbah Kayat misalnya, brand produk minuman tradisional ini justru lahir karna situasi pandemi.

Awal 2020 lalu saat Covid-19 mulai mewabah di Indonesia, Bayu Ardi bersama rekan-rekanya di Magelang memproduksi wedang atau minuman tradisional seperti jahe, kunirasem, secang, temulawak, dan beras kencur dengan merk dagang Mbah Kayat.

Memproduksi Mbah Kayat bagi Bayu dan teman-temanya bukan sekedar peluang bisnis, tapi juga upaya untuk mencegah atau mengurangi penyebaran Covid-19.

“Dimasa pandemi seperti saat ini masyarakat perlu meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terjangkit corona,” ungkap Bayu kepada terasjateng.com

Masyarakat Indonesia telah lama mengenal empon-empon sebagai tanaman yang ampuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Tanaman seperti Jahe, secang, kunyit, temulawak, kencur adalah jenis tanaman yang kaya akan kandungan senyawa.

“Masyarakat kita telah mengakui empon-empon sangat berkhasiat menjaga stamina, makanya kita produksi dalam bentuk serbuk agar lebih praktis dikonsumsi” terang Bayu

Wedang Mbah Kayat saat ini masih diproduksi secara manual. Bahan baku yang digunakan diperoleh seluruhnya dari kekayaan alam lokal, Magelang.

Menurut Bayu, produksi secara manual dapat menjaga kwalitas bahan-bahan yang digunakan. Selain itu juga menyerap tenaga kerja lebih banyak. “sejauh ini kami masih memproduksi secara manual dan menghindari bahan-bahan kimia” terang Bayu.

Wedang Mbah Kayat diproduksi dan dalam bergabai kemasan seperti kemasan cup 25 gram, kemasan pouch 100 dan 250 gram dan juga kemasan botol 250 gram. Sementara itu Wedang Mbah Kayat dipasaran dijual dengan harga yang sangat terjangkau mulai dari harga Rp. 8.000.

Saat ini penjualan wedang Mbah Kayat telah sampai ke Pulau Sumatra dan Kalimantan. “Alhamdulillah saat ini Mbah Kayat tidak hanya di Jawa saja, tapi sudah tersedia di Sumatra dan Kalimantan” jelasnya

Sementara itu, bagi yang berminat menjadi mitra bisa mengajukan diri sebagai distributor area atau reseller produk Mbah Kayat dengan modal yang relatif kecil. “tentu kami membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menjadi mitra penjualan Mbah Kayat, syarat dan ketentuanya sangat mudah” pungkas Bayu Ardi.

(TJ/Adv)

- Google Advertisement -
- Advertisement -

Berita Lainya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Google Advertisement -

Berita Terbaru