• Tentang Kami
  • Pimpinan Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami
Saturday, January 17, 2026
  • Beranda
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
  • Advertorial
  • Kolom
  • Politik & Ekonomi
  • LifeStyle
  • Publik Bicara
  • Jateng Gayeng
  • Survei
No Result
View All Result
Teras Jateng
Advertisement
  • Beranda
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
  • Advertorial
  • Kolom
  • Politik & Ekonomi
  • LifeStyle
  • Publik Bicara
  • Jateng Gayeng
  • Survei
No Result
View All Result
Teras Jateng
No Result
View All Result
Home LifeStyle

Cuci Darah Dianggap Serasa Pergi Ke Salon

8 years ago
in LifeStyle
Reading Time: 2 mins read
A A
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

TERASJATENG.COM | SEMARANG – Mengidap sakit, apalagi penyakit kronis bisa membuat orang stress dan minder. Tak  jarang orang menjadi kurang percaya diri kala kemampuan fisiknya menurun.

Berbeda dengan Teguh Yuana, warga Banyumanik, Semarang. Sejak divonis gagal ginjal 2 tahun silam, ia tetap enjoy menikmati kehidupannya.

BACA JUGA

FASHION IS FUN

FASHION IS FUN

August 11, 2023
Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga, Agribisnis IPB Lakukan Pengabdian Masyarakat

Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga, Agribisnis IPB Lakukan Pengabdian Masyarakat

July 1, 2023
ADVERTISEMENT

Teguh, pria kelahiran Tulungagung 21 Januari 1970 tersebut merupakan mantan orator mahasiswa, pernah menjadi aktivis Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Ia sangat piawai berorasi.

Ia juga sempat berkarier di bidang politik. Namun, akibat pola hidup tak sehat, tahun 2004 ia positif terkena diabetes dan kemudian 2016 divonis menderita gagal ginjal. Kemampuan fisiknya menurun, daya ingatnya mulai berkurang. Bahkan saat kondisi ngedrop ia bisa tak sadarkan diri dan meracau.

Awalnya ia memang sempat stress dan malu karena kehilangan kegagahannya. Apalagi kakinya juga terancam diamputasi akibat luka yang tak kunjung sembuh.

Pernah suatu kali ia ngedrop. Dua hari tak sadar dan terus meracau. Katanya ia sempat bertemu Gus Dur, Pangeran Diponegoro dan Syeh Abdul Jaelani.

ADVERTISEMENT

”Gus Dur pakai sorban Pangeran Diponegoro, Pangeran Diponegoro pakai peci Gus Dur, Syeh Abdul Qodir Jaelani pakai topi dayak”, cerita Teguh.

Sudah dua tahun ini, dua kali dalam sepekan Teguh harus bolak-balik ke klinik menjalani cuci darah atau hemodialisis (HD). Setelah sekian lama, ia menjadi terbiasa. Ia meyakini jika Tuhan telah memberikan garis kehidupannya seperti ini. Penyakit dan kesembuhan, hidup dan mati ada ditangan Tuhan.

Percaya dirinya pun kembali muncul. Bahkan Teguh menganggap dirinya seorang selebriti kondang yang tiap minggunya menjalani perawatan tubuh. Pergi ke klinik hemodialisis ia rasakan ibarat pergi ke salon kecantikan.

“Sekarang saya merasa menjadi seorang selebritis yang 4 jam dalam satu minggu harus pedicure manicure bertemu perawat cantik”, ungkapnya saat tampil dalam seminar bertajuk Penatalaksanaan Terkini Pasien Gagal Ginjal, di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, Sabtu, (12/5).

Teguh mengaku, termotivasi mantan Presiden Republik Indonesia, KH. Abdur Rahman Wahid. Di balik sosoknya sebagai presiden, tokoh ulama dan guru bangsa, ia merupakan pasien ginjal yang rutin menjalani hemodialisa (cuci darah).

Sebuah referensi mengatakan bahwa Gus Dur, sapaan akrabnya, menderita penyakit kronis tersebut sejak 1985. Namun, ia tetap terlihat tenang dan enjoy saat menjadi kepala negara meskipun kemampuan fisiknya satu persatu mulai berkurang.

Teguh tidak sendiri. Ia ditemani isterinya, Nikmah, yang selalu setia mendampinginya. Keduanya berbagi cerita pengalamannya menjadi penderita dan pendamping gagal ginjal kepada audiens yang berlatar dokter, perawat, pasien gagal ginjal serta keluarga pendamping.

Nikmah mengatakan di balik ketegarannya mendampingi sang suami, ada teman yang selalu membantunya. Mereka selalu siap ketika tiba-tiba Nikmah menelpon dan membutuhkan bantuan. “Jika biasanya ada suami siaga, saya ada teman siaga”, pungkas Nikmah dalam forum.

Profesi Nikmah adalah sebagai dosen di Politeknik Negeri Semarang. Selain mengajar, Nikmah punya kesibukan lainnya. Di Rumahnya, Jl. Pulesari, Jabungan, Banyumanik, Semarang ia membuka rumah baca Sampun Maos. Ia telaten mengajak anak-anak di sekitar rumahnya gemar membaca dan berkreasi.

Di tengah kesibukannya menjadi dosen, tumpuan keluarga dan mengelola rumah baca, ia menyempatkan menulis kisah-kisahnya. Tahun 2017 lalu, Nikmah merilis buku Dosen Kenthir Belajar Nyetir, yang berangkat dari pengalamannya belajar menyetir mobil sebagai konsekuensi mendampingi suami yang gagal ginjal.

Dalam waktu dekat, Nikmah bersama penerbit Edents Publika akan melaunching buku kedua berjudul Cinta Dibalik Kelambu Hemodialisis, yang menceritakan kisah-kisahnya mendampingi sang suami yang gagal ginjal.

(A8)

Tags: cuci darahgagal ginjalkesehatan
Share19Tweet12SendShare

BACA JUGA

FASHION IS FUN
Kolom

FASHION IS FUN

August 11, 2023
Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga, Agribisnis IPB Lakukan Pengabdian Masyarakat
Kolom

Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga, Agribisnis IPB Lakukan Pengabdian Masyarakat

July 1, 2023
sumber : freepik
Kolom

Ramadhan Tiba! Anak Ingin Belajar Puasa? “Tips Anak Tetap Kuat Ikut Berpuasa”

March 7, 2023
Load More
Next Post

Ramadhan dan Spirit Perubahan

Rumah Tahfidz At-Taqwa Tegal Bagikan Al-Qur'an untuk Masjid

Apa pendapatmu tentang ini :)

Berita Terbaru

Bupati Pemalang Petik Duren di Kebun Duren Ranchi Farm

Bupati Pemalang Petik Duren di Kebun Duren Ranchi Farm

January 2, 2026
Urgensi Global Value Chain Development

Urgensi Global Value Chain Development

December 31, 2025
Fadholi Ajak Warga Semarang Lestarikan Gotong Royong dalam Demokrasi

Fadholi Ajak Warga Semarang Lestarikan Gotong Royong dalam Demokrasi

December 31, 2025
Kader Partai Garda Demokrasi, Fadholi Tekankan Peran Strategis Jaga Ketahanan Nasional

Kader Partai Garda Demokrasi, Fadholi Tekankan Peran Strategis Jaga Ketahanan Nasional

December 31, 2025
Tokoh Masyarakat dan Aparatur Desa: Pilar Demokrasi untuk Ketahanan Nasional

Tokoh Masyarakat dan Aparatur Desa: Pilar Demokrasi untuk Ketahanan Nasional

December 30, 2025
Facebook Twitter Telegram Instagram

Teras Jateng dibawah PT. Terasindo Media Sejahtera hadir sebagai alternatif sumber informasi bagi masyarakat dengan terus berpegang pada prinsip prinsip jurnalistik.

Email Redaksi terasindoms@gmail.com Alamat Kantor Pusat : Kel. Meteseh RT 003 RW 009 Kota Semarang Kontak : 082227008432

TERASJATENG NETWORK

Terasjateng.com

Terasjatim.net

Terasjabar.net

Terasjakarta.net

Terasjogja.com

Terassumsel.com

Terassumbar.id

Terassumut.id

Teraskalimantan.com

Terassulsel.id

BERITA TERBARU

Bupati Pemalang Petik Duren di Kebun Duren Ranchi Farm

Bupati Pemalang Petik Duren di Kebun Duren Ranchi Farm

January 2, 2026
Urgensi Global Value Chain Development

Urgensi Global Value Chain Development

December 31, 2025
Fadholi Ajak Warga Semarang Lestarikan Gotong Royong dalam Demokrasi

Fadholi Ajak Warga Semarang Lestarikan Gotong Royong dalam Demokrasi

December 31, 2025

© 2021 PT Terasindo Media Sejahtera - Sumber Informasi Masyarakat.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
  • Advertorial
  • Kolom
  • Politik & Ekonomi
  • LifeStyle
  • Publik Bicara
  • Jateng Gayeng
  • Survei

© 2021 PT Terasindo Media Sejahtera - Sumber Informasi Masyarakat.

error code: 522